Marketing
insurance products through a bank or bancassurance, still a mainstay of
life insurance industry in collecting premiums, and make the insurance
industry are racing to embrace as many banks are able to work together,
as well as banks that did little interested to invest in insurance
companies .
Cigna
Insurance PT Experience proves cooperation with banks have a major
impact on the performance of the company life insurance industry, as
evidenced in last year's acquisition premiums grew only 4% to Rp 940
billion compared with the previous year, as the company lost five
strategic partners in cooperation bancassurance and telemarketing, as
partners The more priority to cooperation with their insurance company subsidiaries. This year Cigna premium growth target to 56% since the company has meggandeng three new partners, it has added 24 partners. Christine
Setyabudi, President of Cigna Insurance, admits is not easy for an
insurance company that is not aligned with the bank for cake
memperbutkan existing business, therefore the power of the other
distribution channels should be encouraged.
One
is the realization of cooperation with PT BNI Life Insurance agreed
last month, and is a collaboration among the first life insurance
company in Indonesia. The
struggle to get the cooperation partners are also experienced by other
life insurance companies such as PT Commonwealth Life, which has the
same parent company Commonwealth Bank sufficient, but does not have
exclusive contracts with the bank.
Director
of Alternative Distribution Channels Commonwealth Life Pieter Wattimena
said he chose to work with the 10 banks to market a variety of life
insurance products that are bandling with bank products. Patterns of cooperation that is not bound to take their children instead give companies greater opportunities for growth.
Besides
working with commercial banks and rural banks, MNC Life Assurance
Operations Director Novita J Rumngangun, said other allied choices made,
as MNC Life leverages the company who are in the same business group,
such as the media, securities, asset management, financing and cable television to market its insurance products.
For
some banks, the pattern of cooperation between insurance companies and
banks was not enough, some banks decided to have the insurance company
directly, so the potential to be worked will be greater. Like
for example PT AXA Mandiri Financial Services, which is 60% owned by PT
Bank Mandiri Tbk, where the insurance product brochures can be easily
obtained in bank Mandiri. Munardi
Rudy, Director of AXA Mandiri, said it relies marketing channels
through financial advisors through bancassurance and telemarketing.
Executive
Director of the Life Insurance Association of Indonesia (AAJI) said the
insurance industry is the growing interest of the banking industry to
go into this business directly, and this will be profitable for the
banks, the insurance industry and customers. Banks
have broad distribution channels and can be used to reach a wider
customer, and customers benefit from one stop service, which is the
provision of financial products and insurance products in one place.
SETIAP HARI KITA SELALU DITUNTUT DENGAN PEKERJAAN YANG BANYAK, NAMUN JANGAN LUPAKAN UNTUK SELALU UPDATE INFORMASI DAN BERHUMOR RIA DENGAN MEMBACA CERITA-CERITA DARI ....BBM LUCU...
CARI YANG DIBUTUHKAN - SEARCH ENGINE
Showing posts with label AXA Mandiri Financial Services. Show all posts
Showing posts with label AXA Mandiri Financial Services. Show all posts
Tuesday, March 26, 2013
Bank & Asuransi Aliansi Tanpa Henti
Pemasaran produk asuransi lewat bank atau bancassurance, masih menjadi andalan industri asuransi jiwa dalam mengumpulkan premi, dan membuat pelaku industri asuransi berlomba untuk merangkul sebanyak mungkin bank yang bisa diajak bekerja sama, demikian juga dengan bank yang tidak sedikit yang tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan asuransi.
Pengalaman PT Asuransi Cigna membuktikan kerjasama dengan perbankan berdampak besar pada kinerja perusahaan industri asuransi jiwa, terbukti pada tahun lalu perolehan premi hanya tumbuh 4% menjadi Rp 940 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena perseroan kehilangan lima mitra strategis dalam kerjasama bancassurance dan telemarketing, karena mitra tersebut lebih mengutamakan kerjasama dengan perusahaan asuransi anak usaha mereka. Tahun ini Cigna menargetkan pertumbuhan premi hingga 56% karena perseroan telah meggandeng 3 mitra baru, menambah 24 mitra yang dimilikinya. Christine Setyabudi, Presiden Direktur Asuransi Cigna, mengakui tidak mudah bagi perusahaan asuransi yang tidak beraliansi dengan bank untuk memperbutkan kue bisnis yang ada, oleh karena itu kekuatan jalur distribusi lain harus digenjot.
Salah satunya adalah dengan realisasi kerja sama dengan PT BNI Life Insurance yang telah disepakati pada bulan lalu, dan ini merupakan kerjasama sesama perusahaan asuransi jiwa yang pertama di Indonesia. Perjuangan untuk mendapatkan mitra kerjasama juga dirasakan oleh perusahaan asuransi jiwa lainnya seperti PT Commonwealth Life, yang mempunyai induk perusahaan yang sama dengan Commonwealth Bank, namum tidak mempunyai kontrak kerja sama eksklusif dengan bank tersebut.
Direktur Alternative Distribution Channels Commonwealth Life Pieter Wattimena mengatakan pihaknya memilih bekerja sama dengan dengan 10 bank untuk memasarkan beragam produk asuransi jiwa yang di-bandling dengan produk bank. Pola kerja sama yang tidak terikat dengan antar anak perusahaan justru memberikan peluang lebih besar untuk berkembang.
Selain bekerja sama dengan bank umum dan bank BPR, Direktur Operasional MNC Life Assurance Novita J Rumngangun, mengatakan, pilihan beraliansi lain juga dilakukan, seperti MNC Life memanfaatkan perusahaan yang berada di dalam grup usaha yang sama, seperti media, sekuritas, asset management, pembiayaan dan televisi kabel untuk memasarkan produk asuransinya.
Bagi sebagian bank, pola kerja sama antara perusahaan asuransi dan bank ternyata belum cukup, beberapa bank memutuskan untuk memiliki langsung perusahaan asuransi, sehingga potensi yang digarap akan lebih besar. Seperti misalnya PT AXA Mandiri Financial Services, yang 60% sahamnya dimiliki oleh PT bank Mandiri Tbk, dimana brosur produk asuransinya dapat dengan mudah diperoleh di bank Mandiri. Rudy Munardi, Direktur AXA Mandiri, mengatakan pihaknya mengandalkan jalur pemasaran melalui financial advisor lewat bancassurance serta telemarketing.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan industri asuransi jiwa yang semakin berkembang memang menarik minat industri perbankan untuk terjun ke bisnis ini secara langsung, dan hal ini akan menguntungkan bagi bank, industri asuransi maupun nasabah. Bank mempunyai jalur distribusi yang luas dan dapat dimanfaatkan untuk menjangkau nasabah yang lebih luas, dan nasabah diuntungkan karena pelayanan one stop service, yaitu dengan penyediaan produk jasa keuangan dan produk asuransi di satu tempat.
Pengalaman PT Asuransi Cigna membuktikan kerjasama dengan perbankan berdampak besar pada kinerja perusahaan industri asuransi jiwa, terbukti pada tahun lalu perolehan premi hanya tumbuh 4% menjadi Rp 940 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena perseroan kehilangan lima mitra strategis dalam kerjasama bancassurance dan telemarketing, karena mitra tersebut lebih mengutamakan kerjasama dengan perusahaan asuransi anak usaha mereka. Tahun ini Cigna menargetkan pertumbuhan premi hingga 56% karena perseroan telah meggandeng 3 mitra baru, menambah 24 mitra yang dimilikinya. Christine Setyabudi, Presiden Direktur Asuransi Cigna, mengakui tidak mudah bagi perusahaan asuransi yang tidak beraliansi dengan bank untuk memperbutkan kue bisnis yang ada, oleh karena itu kekuatan jalur distribusi lain harus digenjot.
Salah satunya adalah dengan realisasi kerja sama dengan PT BNI Life Insurance yang telah disepakati pada bulan lalu, dan ini merupakan kerjasama sesama perusahaan asuransi jiwa yang pertama di Indonesia. Perjuangan untuk mendapatkan mitra kerjasama juga dirasakan oleh perusahaan asuransi jiwa lainnya seperti PT Commonwealth Life, yang mempunyai induk perusahaan yang sama dengan Commonwealth Bank, namum tidak mempunyai kontrak kerja sama eksklusif dengan bank tersebut.
Direktur Alternative Distribution Channels Commonwealth Life Pieter Wattimena mengatakan pihaknya memilih bekerja sama dengan dengan 10 bank untuk memasarkan beragam produk asuransi jiwa yang di-bandling dengan produk bank. Pola kerja sama yang tidak terikat dengan antar anak perusahaan justru memberikan peluang lebih besar untuk berkembang.
Selain bekerja sama dengan bank umum dan bank BPR, Direktur Operasional MNC Life Assurance Novita J Rumngangun, mengatakan, pilihan beraliansi lain juga dilakukan, seperti MNC Life memanfaatkan perusahaan yang berada di dalam grup usaha yang sama, seperti media, sekuritas, asset management, pembiayaan dan televisi kabel untuk memasarkan produk asuransinya.
Bagi sebagian bank, pola kerja sama antara perusahaan asuransi dan bank ternyata belum cukup, beberapa bank memutuskan untuk memiliki langsung perusahaan asuransi, sehingga potensi yang digarap akan lebih besar. Seperti misalnya PT AXA Mandiri Financial Services, yang 60% sahamnya dimiliki oleh PT bank Mandiri Tbk, dimana brosur produk asuransinya dapat dengan mudah diperoleh di bank Mandiri. Rudy Munardi, Direktur AXA Mandiri, mengatakan pihaknya mengandalkan jalur pemasaran melalui financial advisor lewat bancassurance serta telemarketing.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan industri asuransi jiwa yang semakin berkembang memang menarik minat industri perbankan untuk terjun ke bisnis ini secara langsung, dan hal ini akan menguntungkan bagi bank, industri asuransi maupun nasabah. Bank mempunyai jalur distribusi yang luas dan dapat dimanfaatkan untuk menjangkau nasabah yang lebih luas, dan nasabah diuntungkan karena pelayanan one stop service, yaitu dengan penyediaan produk jasa keuangan dan produk asuransi di satu tempat.
Subscribe to:
Posts (Atom)